Menyamarkan Bacaan Bismillahirrohmanirrohim

July 24, 2010

Dari judulnya sengaja saya ingin menjelaskan mengenai bacaan bismillahirrohmanirrohim khusus nya pada sholat maghrib, isya dan subuh yg mana pada saat waktu tsb bacaannya di keraskan. Hal ini sy tulis dalam blog ini karena masih banyak di kalangan orang Islam yang masih salah dalam mempraktekkan bacaan tsb. Percaya atau tidak, Di terima atau tidak, sering kali kita jumpai di masjid 2x, mushollah 2z dikantor 2x saat sholat maghrib, Isya dan Subuh masih banyak orang (yang menjadi Imam) yg mengeraskan bacaan Bismillahirrohmanirrohim, padahal dalam Hadist riwayat siapa pun tidak ada yg menjelaskan bahwa bacaan tsb di keraskan. Yang benar itu adalah bacaan tsb tetap di baca tetapi tidak di keraskan melainkan disamarkan.
Bagi para blogger sekalian yg membaca artikel ini mohon tidak tersinggung karena saya hanya sekedar mengingatkan saja sesama orang Islam.


Rezeki Banyak Atau Sedikit

November 6, 2009

Bicara masalah rezeki memang tidak ada yang tau berapa besar nya rezeki yang akan kita dapatkan karena masalah rezeki ini termasuk sesuatu yang diatur oleh Alloh.

Kalau kita amati di sekitar lingkungan saja begitu banyak orang yang rezeki nya berbeda-beda, ada yang melimpah ruah dan ada juga yang sedikit. Seandainya masing 2x orang ditanya mau rezeki yang banyak atau rezeki yang dikit, saya kira rata 2x setiap orang ingin mendapatkan rezeki yang banyak, apalagi di zaman sekarang yang keadaan masyarakat nya hidup secara glamor dan  bermewah-mewahan sehingga membuat orang menjadi ingin punya harta banyak.

Padahal kalau kita mau berfikir masalah rezeki ini memang sudah ketentuan NYA, ada yang diberi sedikit dan ada yang diberi melimpah ruah, maka dari itu sebagai makhluk nya tidak perlu merasa iri dengan orang yang rezeki nya lebih baik, karena memang Alloh memberikan rezeki yang lebih banyak kepada orang tersebut daripada orang lain.

Pada intinya diberi rezeki banyak atau sedikit ya sama sama di beri cobaan oleh Alloh, bedanya yang diberi rezeki banyak itu cobaan enak dan yang diberi rezeki sedikit itu cobaan tidak enak.  Seseorang yang diberi rezeki sedikit itu bukan berarti Alloh tidak sayang kepadanya tetapi memang Alloh sengaja memberikan rezeki yang sedikit kepada orang tersebut karena dengan begitu orang tsb bisa lancar ibadahnya.

Seperti kisah umat Nabi Muhammad SAW yaitu Sa’labah yang ibadah nya malah tidak lancar ketika diberi rezeki yang banyak. Cerita singkatnya begini, hehehe….. :) Sa’labah dan istrinya  saat itu hidup dalam keadaan  sangat miskin bahkan sangking miskinnya dalam setiap sholat nya dia harus bergantian dengan istrinya karena hanya mempunyai satu sarung saja. Jadi ketika Sa’abah pergi  ke masjid untuk sholat, sang istri berdiam dirumah  dan begitu juga sebaliknya.

Keejadian tersebut berlangsung trus menerus  sampai suatu hari Sa’alabah memintakan Nb untuk mendo’akan nya menjadi orang kaya karena dia merasakan kehampaan hidup dalam keadaan miskin. Awal nya Nb menolak  permintaannya tetapi karena Sa’labah yang terus memaksa maka Nb menuruti kemauannya Sa’labah.

Awalnya Sa’labah mempunyai beberapa ekor kambing dan saat itu ibadahnya masih tetap lancar dan dengan berkembang nya waktu kambing nya bertambah banyak dan dia sibuk mengurusi kambing nya tsb sehingga ibadah nya menjadi tidak lancar.

Dengan kejadian tsb maka bisa menjadi pelajaran yang berharga bagi kita semua kalau memiliki harta yang banyak itu bukan jaminan untuk bahagia karena bisa saja dengan harta tsb seseorang menjadi lupa akan kewajibannya dan menjadi pelit sehingga tidak mau sodaqoh dan akan membuat orang tsb malah masuk ke dalam neraka.

Tapi bukan berati seseorang harus pasrah tidak bekerja dan berdo’a untuk mendapatkan rezeki, masalah rezeki ini tetap di cari untuk kelancaran ibadah tetapi jangan sampai NGoyo maksudnya jangan sampai hidup ini untuk kerja trus sehingga lupa akan ibadah dan kewajibannya kepada Alloh.


Aqiqoh

October 19, 2009

Pengertian Aqiqoh

Aqiqoh adalah pesta merayakan kelahiran seorang anak dengan cara memotong kambing dan sekaligus memberikan nama kepada anak yang baru lahir tersebut. Adapun perayaannya pada hari ke-7, ke-14, ke-21 setelah anak lahir dan bila anak yang lahir adalah laki-laki maka memotong 2 ekor kambing dan bila yang lahir adalah anak perempuan maka hanya 1 ekor kambing.

Walau demikian bukan berarti tidak boleh bila yang lahir anak laki-laki lalu hanya memotong 1 ekor kambing karena Rosululloh SAW mengaqiqohi anaknya yang bernama Hasan dengan 1 ekor kambing. Dan perayaan aqiqoh pun tidak mutlak pada hari ke-7, ke-14, dan ke-21 karena Rosululloh SAW mengaqiqohi dirinya setelah beliau menjadi Nabi.

Kenapa Harus Aqiqoh

Seorang anak yang baru lahir itu ibaratnya ‘barang gadaian’  yang harus di tebus  dengan cara memotong kambing sebagai tebusannya karena kalau belum ditebus maka anak tersebut masih status ‘barang gadaian’ sehingga apabila ada seorang anak yang baru lahir dan kemudian  meninggal sebelum baligh dan ternyata anak tersebut belum di aqiqoh makan anak tersebut tidak bisa memberi safa’at kepada orangtuanya

Demikian penjelasan tentang aqiqoh dari saya, bila ada keterangan yang kurang pas mohon di kasih comment yah, maklum masih dalam tahap belajar :)


Mencuri Dalam Sholat

August 28, 2009

Sesuai dengan judul nya artikel kali ini saya membahas tentang “mencuri dalam sholat ” yang kadang kala tanpa di sadari kita sering mengerjakannya.

Apa seh yang dimaksud mencuri dalam shalat ?

Mencuri dalam sholat bukan berarti waktu dalam sholat anda mencuri barang orang lain, yang di maksud mencuri dalam sholat adalah gerakan anda menyamai gerakan Imam bahkan mendahului gerakan Imam.

Contoh kasus mencuri gerakan dalam sholat :

Apabila ada seorang Imam yang akan melakukan rukuk tetapi belum benar 2x ruku’ tetapi Si ma’mum langsung melakukan ruku’ bahkan rukunya mendahului ruku’ Imam. Inti nya dikatakan mencuri dalam sholat apabila gerakan seorang Imam belum sempurna tetapi Si Ma’mum sudah mendahuluinya padahal yang pas nya itu adalah Si Mamum melakukan gerakan setelah gerakan Imam sudah sempurna.


Tujuan Mengaji

August 26, 2009

imagesArtikel kali ini saya tulis hanya sekedar mengeluarkan unek unek perihal tentang mengaji yang selama ini diartikan bahwa mengaji itu lebih di artikan membaca Al-Qur’an padahal mengaji berasal dari kata dasar “kaji” yang berarti mengkaji sehingga mengaji bukan hanya membaca Al-Qur’an tetapi mengkaji juga maksud dari isi Al-Qur’an. Sesuai dengan judul artikel ini tentang tujuan mengaji maka ada 3 tujuan mengaji :

1. Menggugurkan kewajiban
Dengan mengaji maka gugurlah kewajiban seorang muslim karena memang mengaji itu merupakan kewajiban setiap orang yang islam. Berdasarkan dalil :
“Mencari ilmu itu wajib bagi setiap orang yang Islam”

dan ilmu yang wajib di cari dalam hadist lain di terangkan :
“Ilm yang wajib di cari ada 3 yaitu Al-Qur’an, Al-Hadist, dan Ilmu pembagian waris yang adil”

Karena ilmu pembagian waris terdapat pada Al-Qur’an dan Al-Hadist sehingga ilmu yang wajib di cari adalah Al-Qur’an dan Al-Hadist, di perkuat juga dengan Sabda Rosululloh SAW :
“Telah aku tinggalkan diantara kalian 2 perkara yang mana kalau kalian mau menetapinya maka kalian tidak akan sesat selamanya yaitu Al-Qur’an dan Al-Hadist”. Jadi selama seseorang mau menetapi Al-Qur’an dan Al-Hadist maka tidak akan sesat, jangan kan untuk sesat, akan menuju sesat saja tidak mungkin tetapi sebaliknya kalau yang di tetapi kitab 2x karangan maka sudah jelas akan menuju sesat.

2. Amalan menjadi syah
Dengan mengaji maka setiap amalan yang di kerja kan menjadi syah karena sesuai dengan dalilnya, sesuai dengan perintah Nya (Alloh & Rosul), bukan karena kata 2x nya, bukan kata karangan ini, bukan kata karangan itu dll. Intinya sebelum beramal sebaiknya berilmu dulu, “Al ‘ilmu qobla ‘amal” karena kalau beramal tidak sesuai ilmunya maka di tolak berdasarkan dalil “Barang siapa yang beramal tidak sesuai dengan praktek / perintah ku (Nabi) maka di tolak. Bahkan Alloh berfirman dalam Al-Qur’an : “Janganlah engkau mengerjakan amalan yang tidak kau ketahui ilmunya, karena pendengaran, penglihatan dan hati akan ditanya dari setiap amalan yang dikerjakan”. Maka dari itu mengaji yuk :) agar amalan menjadi syah, percuma kan udah beribadah siang malam tapi tidak di terima karena tidak sesuai dengan perintah nya Rosululloh SAW.

3. Menghilangkan kebodohan
Dengan mengaji seseorang menjadi mengerti mana yang benar dan salah, mengerti mana yang halal dan haram, mengerti mana yang haq dan bathil, mengerti batas mahrom, mengerti cara nya beribadah yang benar. Tetapi dengan tidak mengaji maka seseorang menjadi bodoh (agama nya) sehingga ibadah yang dikerjakan hanya ikut 2x an dan berdasarkan umumnya orang banyak karena tidak mengetahui ilmu nya. Maka nya mengaji yah agar tidak menjadi bodoh, agar tidak ikut 2x an, agar mengerti hukum dalam agama.

Demikian artikel ini saya buat dengan tanpa paksaan dan tidak ada maksud menyinggung seseorang atau pun golongan tertentu. Sekali lagi artikel ini saya buat untuk mengingat kan sesama orang Islam.


Pedoman Orang Islam

August 26, 2009

Sabda Rosululloh SAW :

Telah kutinggalkan 2 perkara diantara kalian yang mana kalian tidak akan sesat selama berpegang teguh pada kedua nya yaitu Al-Qur’an dan Al Hadist.

Dari hadist diatas menyatakan selama seseorang berpedoman pada Al-Quran dan Al-Hadist maka tidak akan sesat, jangan kan untuk sesat, akan menuju sesat saja ya tidak akan.

Tetapi kalau yang ditetapi selain Al-Qur’an dan Al-Hadist  maka jelas sesatnya dan amalan nya tidak di terima.

Kenapa demikian ?

Berdasarkan Sabda Rosululloh SAW :

Barang siapa yang beramal tidak sesuai dengan perintah ku (Rosul) maka di tolak.

Sedih kan udah cape 2x beribadah, beramal tetapi tidak di terima karena tidak sesuai dengan apa yang diperintahkan Alloh dan Rosul.

Maka dari itu agar amalan di terima ya harus di kaji dulu Al-Qur’an dan Al-Hadist nya sebelum melakukan suatu amalan, maksud nya harus berilmu sebelum beramal. Dengan mengetahui ilmu nya maka amalan yang di kerjakan pasti di terima karena sesuai dengan Al-Qur’an dan AL-Hadist, tetapi dengan tidak mengetahui ilmunya maka segala bentuk amalan di tolak.

Menetapi Islam  itu bukan berdasarkan umum nya orang, bukan kata 2x nya, bukan kata bapak saya, bukan kata kakek saya, bukan kata ustadz ini, bukan kata ustadz itu tapi agama islam itu harus berdasarkan Al-Qur’an dan Al-Hadist.

Contoh amalan berdasarkan umum nya orang :

1. Melafalkan niat dalam sholat

2. Mengeraskan bacaan Bismillahirrohmaanirrohim

Dari contoh diatas itu tidak ada hadist riwayat mana pun yang menerangkan bahwa ke 2 hal tsb benar, kalau memang ada yang menemukan tentang perihal diatas itu ada hadist nya silah kan email ke saya (veavead.skb@gmail.com) atau beri komentar artikel ini dengan menyertakan dalil nya.

Demikian posting saya untuk kali ini, mungkin di lain waktu saya tambah lagi yaa…..:)


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.